ANCAMAN anemia, gizi buruk, dan tubuh pendek terus menghantui anak-anak sekolah di Indonesia. Orangtua menjadi kunci penting untuk mengingatkan para tumpuan harapan bangsa ini untuk mengonsumsi jajanan yang sehat dan bergizi.
Penyakit anemia dan terhambatnya pertumbuhan fisikatau pendek ( stunting ) kini tengah mengancam anakanak Indonesia. Hal ini ditengarai karena mereka kurang mendapatkan asupan makanan yang mengandung zat besi dan zinc . Jajanan yang kurang sehat dan bergizi di kantin sekolah anak ditengarai menjadibiang keladi dari semua itu.
Data Riskesdas 2010 menyebutkan, status gizi dan konsumsi gizi anak Indonesia masih bermasalah. Sekitar sepertiga anak masih mengalami status gizi pendek (termasuk sangat pendek) dan seperenam anak balita masih mengalami gizi kurang (termasuk gizi buruk). Sepertigaanak balita tidak memenuhi kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan, dan seperlima balitatidak memenuhi kebutuhan protein minimal.
Rata-rata pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral anak 10-12 tahun pada umumnya di bawah 65 persen. Namun, sebagian anak mengonsumsi telah melebihi kebutuhannya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bertanggung jawab dalam hal pengawasan pangan anak menemukan hanya 1 persen anak sekolah yang tidak jajan dalam sepekan. Karena itu, sangat penting peran orangtua dalam memperhatikan asupan anak selama di rumah.
“Dari sebuah temuan menarik seputar gizi, satu dari lima anak orang kaya dapat dikelompokkan underweight dan pendek. Hal ini berkaitan erat dengan kurangnya pengetahuanorang tua terhadap pentingnya nilai gizi pada apa yang dikonsumsi anak,” kata Dr Ir Roy Sparingga M App Sc, Deputi III BPOM, dalam diskusi ilmiah bertema “Keamanan Pangan dan Pola Konsumsi Anak” olehFonterra Brands Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Roy menuturkan, strategi manajemen risiko yang tepat harus diterapkan dalam rangkamewujudkan dan menjaga keamanan, mutu, dan gizi pangan yang dikonsumsi anak-anak pada khususnya maupun orang dewasa pada umumnya. Peran serta orang-orang terdekat, seperti ibu dan anggota keluarga lainnya, masyarakat sekolah, produsen pangan, elemen masyarakat lainnya, hingga pemerintah harus diperkuat untuk mencapaitujuan tersebut.
“Diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk komunitas sekolah untuk bersama- sama memberi penyuluhan pada anak sejak usia dini, seperti tentang apa saja makanan bergizi seimbang,” sarannya.
Drs Suratmono MP, Direktur Inspeksi & Sertifikasi Pangan BPOM, mengutarakan, masalah utama keamanan pangan jajanan anak sekolah hingga saat ini adalah cemaran mikroba karena kondisi higiene dan sanitasi buruk serta cemaran kimia karena kondisi lingkungan yang tercemar limbah industri.
“Selain itu, karena penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil, dan juga penggunaan BTP (bahan tambahan pangan) melebihi batas maksimal yang diizinkan,” paparnya.
Sementara itu, di tempat berbeda, tenaga ahli Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Jaya Dr Saptawati Bardosono MSc menuturkan, orangtua musti waspada gejala anemia pada anak.
“Jika anak sering lesu, seringmengantuk, maunya tidur, malasatau makan banyak tapi badannya kurus, bisa jadi itu tanda-tanda anemia,” ujarnya.
Kondisi lain yang bisa diperiksa orangtua pada anak, lanjut Saptawati, adalah dengan memeriksa telapak tangan anak. Jika telapak tangan yang sedikit ditekuk terlihat pucat atau warna kuku yang juga pucat, maka kemungkinan dia mengalami anemia.
Saptawati mengatakan, penyebab paling umum dari anemia adalah kekurangan zat besi. Kandungan zat besi pada makanan, banyak terdapat pada daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta makanan yang difortifikasi (diberi tambahan vitamin dan mineral).
Satu lagi zat gizi yang dibutuhkan anak sekolah adalah zinc , yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi daging, keju, telur, unggas, dan sayuranhijau. Anak juga butuh kalsium, yang banyak dikandung pada produk susu, sebagai pembentuk massa tulang dan gigi.
Menurut Saptawati, anak Indonesia cenderung kurus sehingga mereka menjadi kurang aktif bergerak. Akibat kekurangan sejumlah zat gizi itu,sekitar 10 persen-15 persen anak sekolah menderita anemia.
Angkanya berbeda-beda di setiap daerah. Saat memilih jajanan sehat, dia meminta Anda untuk mengingatkan si buah hati agar lebih peduli dengan apa yang dikonsumsinya. Sebaiknya pilih makanan yang mengandung tiga bahan bergizi, tidak lebih dari satu jenis pemanis, cegah penggunaan asam lemak trans serta rendah kandungan gula, minyak dan garam.
“Anak musti diinformasikan terus,karena kantin sekolah menawarkan banyak variasi makanan yang membuat mereka bingung,“ imbuh Saptawati.
Info kesehatan
Sabtu, 05 November 2011
Waspada, Rokok Berisiko Percepat Menopause
PARA perempuan yang memiliki kebiasaan merokok mungkin harus menghentikan kebiasaan tersebut sekarang juga. Sebuah penelitian mengungkapkan, perempuan perokok berisiko mengalami menopause sekitar setahun lebihawal daripada mereka yang tidak merokok. Studi yang dilakukan oleh jurnal “Menopause” menyatakan bahwa menopause lebih awal dapat berisiko terkena penyakit tulang dan jantung.
Penelitian ini mengumpulkan datadari beberapa penelitian sebelumnya yang mencakup sekitar 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, Turki,dan Iran. Penelitian ini menyebutkan bahwa bagi wanita non-perokok, rata-rataakan mengalami menopause antara usia 46 sampai 51 tahun.Tapi dalam semua studi, kecuali dua studi, wanita perokok akan mengalami menopause di usia yang lebih muda, yaitu antara 43 dan 50 tahun.
Selama menopause, ovarium seorang wanita berhenti memproduksi telur dan wanita tersebut tidak dapat hamil lagi.
“Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok secara signifikan berhubungan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran bagi perempuan untuk menghindari kebiasaan ini,” ungkap penulis studi, VolodymyrDvornyk dari University of HongKong.
Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisis lima penelitianlain yang menggunakan perempuan usia senja sekitar 50 atau 51 tahun untuk menjadi “awal”dan “terlambat” mengalami menopause. Dari sekitar 43.000 wanita dalam analisis itu, perempuan yang merokok 43 persen lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan yang bukan perokok.
Baik awal maupun akhir menopause telah dikaitkan dengan risiko kesehatan. Wanitayang mengalami keterlambatan menopause misalnya, dianggap berisiko tinggi mengidap kanker payudara karena salah satu faktor risiko untuk penyakit ini lebih banyak terkena estrogen.
“Konsensus umum menyebutkan, menopause dini mungkin terkait dengan jumlah yang lebih besar dan risiko yang lebih tinggi dari masalah kesehatan saat menopause, seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit alzheimer, dan lain-lain,” kata Dvornyk dalam Reuters Health .
Secara keseluruhan, dia menambahkan, menopause dini juga diduga meningkatkan risikokematian seorang wanita di tahun berikutnya. Ada dua teori mengapa merokok mungkin berarti menopause dini, kata Jennie Kline, seorang ahli epidemiologi dari Mailman SchoolColumbia University of Public Health di New York.
Merokok mempunyai efek pada bagaimana tubuh perempuan atau dengan kata lain dapat menyingkirkan estrogen. Beberapa peneliti percaya bahwa komponen tertentu dari asap rokok dapat membunuh telur, kata Kline, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Tim Dvornyk tidak memiliki informasi tentang berapa lama wanita tersebut merokok, apakah lama atau tidak, atau berapa banyak rokok yang mereka isap setiap harinya. Timnya pun tidak bisa menentukan bagaimana salah satu dari faktor tersebut mungkin
memengaruhi usia menopause.
Untuk alasan itu dan kurangnya data tentang kesehatan lainnya serta faktor gaya hidup terkait dengan menopause, analisis mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan pertanyaan yangtersisa antara merokok dan menopause. Alkohol, berat badan, dan apakah wanita telah melahirkan atau belum, juga mungkin memainkan peran di saat mereka mengalami menopause. Meski begitu, Kline menyatakan bahwa bukti untuk segala sesuatu selain merokok telah dikaitkan
Penelitian ini mengumpulkan datadari beberapa penelitian sebelumnya yang mencakup sekitar 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, Turki,dan Iran. Penelitian ini menyebutkan bahwa bagi wanita non-perokok, rata-rataakan mengalami menopause antara usia 46 sampai 51 tahun.Tapi dalam semua studi, kecuali dua studi, wanita perokok akan mengalami menopause di usia yang lebih muda, yaitu antara 43 dan 50 tahun.
Selama menopause, ovarium seorang wanita berhenti memproduksi telur dan wanita tersebut tidak dapat hamil lagi.
“Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa merokok secara signifikan berhubungan dengan awal (usia menopause) dan memberikan pembenaran bagi perempuan untuk menghindari kebiasaan ini,” ungkap penulis studi, VolodymyrDvornyk dari University of HongKong.
Dvornyk dan rekan-rekannya juga menganalisis lima penelitianlain yang menggunakan perempuan usia senja sekitar 50 atau 51 tahun untuk menjadi “awal”dan “terlambat” mengalami menopause. Dari sekitar 43.000 wanita dalam analisis itu, perempuan yang merokok 43 persen lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan yang bukan perokok.
Baik awal maupun akhir menopause telah dikaitkan dengan risiko kesehatan. Wanitayang mengalami keterlambatan menopause misalnya, dianggap berisiko tinggi mengidap kanker payudara karena salah satu faktor risiko untuk penyakit ini lebih banyak terkena estrogen.
“Konsensus umum menyebutkan, menopause dini mungkin terkait dengan jumlah yang lebih besar dan risiko yang lebih tinggi dari masalah kesehatan saat menopause, seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, obesitas, penyakit alzheimer, dan lain-lain,” kata Dvornyk dalam Reuters Health .
Secara keseluruhan, dia menambahkan, menopause dini juga diduga meningkatkan risikokematian seorang wanita di tahun berikutnya. Ada dua teori mengapa merokok mungkin berarti menopause dini, kata Jennie Kline, seorang ahli epidemiologi dari Mailman SchoolColumbia University of Public Health di New York.
Merokok mempunyai efek pada bagaimana tubuh perempuan atau dengan kata lain dapat menyingkirkan estrogen. Beberapa peneliti percaya bahwa komponen tertentu dari asap rokok dapat membunuh telur, kata Kline, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Tim Dvornyk tidak memiliki informasi tentang berapa lama wanita tersebut merokok, apakah lama atau tidak, atau berapa banyak rokok yang mereka isap setiap harinya. Timnya pun tidak bisa menentukan bagaimana salah satu dari faktor tersebut mungkin
memengaruhi usia menopause.
Untuk alasan itu dan kurangnya data tentang kesehatan lainnya serta faktor gaya hidup terkait dengan menopause, analisis mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan pertanyaan yangtersisa antara merokok dan menopause. Alkohol, berat badan, dan apakah wanita telah melahirkan atau belum, juga mungkin memainkan peran di saat mereka mengalami menopause. Meski begitu, Kline menyatakan bahwa bukti untuk segala sesuatu selain merokok telah dikaitkan
Hobi Minum Kopi, Waspada Osteoporosis!
KEDAI kopi menjamur di berbagai titik ibu kota. Bila minum kopi telah menjadi hobi dan tren di berbagai kalangan, kekhawatiran yang muncul adalah kekeroposan tulang.
Selain menopang tubuh, tulang juga berfungsi menyimpan mineral penting bagi tubuh. Maka penting untuk menjaga kepadatan tulang dengan memerhatikan asupan makanan.
Makanan tinggi kalsium dibutuhkan untuk meningkatkan kepadatan tulang, tetapi ada beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari karena memercepat kerapuhan tulang dengan cara melepaskanmineral. Salah satunya kafein.
“Kurangi kopi untuk mencegah osteoporosis. Tapi sekarang kita lihat, kedai kopi makin ngetren, sehari orang bisa ngopi beberapa kali,” kata Menkes RI Endang Rahayu Sedyaningsih pada acara “Indonesia Melangkah; Cintai Tulangmu, Cegah Osteoporosis” oleh Anlene di TMII, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Kafein memiliki efek meningkatkan pengeluaran kalsium tulang. Selain kopi, cukup banyak makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi, seperti minuman energi (sekira 80 mg kafein perkaleng). Persoalan bertambah berat karena kafein memiliki efek kecanduan sehingga sulit beralih pada pilihan minuman yang lebih sehat.
Di samping kafein, terdapat beberapa faktor risiko lain yangmemperbesar kasus kekeroposan tulang seseorang. Menkes Endang menambahkan, tidak ada satu faktor yang paling memperbesar risiko osteoporosis karena semua faktor terakumulasi.
“Gaya hidup sekarang sudahberubah. Karena teknologi maju,ada mobil, kita malas jalan. Kalau di Jakarta, kita juga malas jalan karena trotoarnya sudah dipenuhi penjual kaki lima.Kemudian, banyak makan fast food dan merokok. Tren anak muda merokok makin besar,” tambahnya.
Ia memaparkan, berdasarkan Survei Nasional Kemenkes di antara 10 orang Indonesia usia dewasa, 1 orang menderita osteoporosis. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah, sama dengan pencegahan dari faktor risiko penyakit, seperti kanker, diabetes mellitus, jantung, dan paru-paru kronik.
“Pencegahannya meliputi jangan minum alkohol, tidak merokok, kurangi kopi, makan makanan bergizi terutama sayurdan buah, aktivitas fisik cukup dan teratur. Tidak usah yang berat seperti angkat besi, tetapicukup jalan kaki 30 menit, 3-5 kali dalam seminggu. Kemudian juga beristirahat cukup. Ketika ini dilaksanakan, maka banyak penyakit tidak menular yang dapat dicegah,” tutupnya.
Selain menopang tubuh, tulang juga berfungsi menyimpan mineral penting bagi tubuh. Maka penting untuk menjaga kepadatan tulang dengan memerhatikan asupan makanan.
Makanan tinggi kalsium dibutuhkan untuk meningkatkan kepadatan tulang, tetapi ada beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari karena memercepat kerapuhan tulang dengan cara melepaskanmineral. Salah satunya kafein.
“Kurangi kopi untuk mencegah osteoporosis. Tapi sekarang kita lihat, kedai kopi makin ngetren, sehari orang bisa ngopi beberapa kali,” kata Menkes RI Endang Rahayu Sedyaningsih pada acara “Indonesia Melangkah; Cintai Tulangmu, Cegah Osteoporosis” oleh Anlene di TMII, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Kafein memiliki efek meningkatkan pengeluaran kalsium tulang. Selain kopi, cukup banyak makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi, seperti minuman energi (sekira 80 mg kafein perkaleng). Persoalan bertambah berat karena kafein memiliki efek kecanduan sehingga sulit beralih pada pilihan minuman yang lebih sehat.
Di samping kafein, terdapat beberapa faktor risiko lain yangmemperbesar kasus kekeroposan tulang seseorang. Menkes Endang menambahkan, tidak ada satu faktor yang paling memperbesar risiko osteoporosis karena semua faktor terakumulasi.
“Gaya hidup sekarang sudahberubah. Karena teknologi maju,ada mobil, kita malas jalan. Kalau di Jakarta, kita juga malas jalan karena trotoarnya sudah dipenuhi penjual kaki lima.Kemudian, banyak makan fast food dan merokok. Tren anak muda merokok makin besar,” tambahnya.
Ia memaparkan, berdasarkan Survei Nasional Kemenkes di antara 10 orang Indonesia usia dewasa, 1 orang menderita osteoporosis. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah, sama dengan pencegahan dari faktor risiko penyakit, seperti kanker, diabetes mellitus, jantung, dan paru-paru kronik.
“Pencegahannya meliputi jangan minum alkohol, tidak merokok, kurangi kopi, makan makanan bergizi terutama sayurdan buah, aktivitas fisik cukup dan teratur. Tidak usah yang berat seperti angkat besi, tetapicukup jalan kaki 30 menit, 3-5 kali dalam seminggu. Kemudian juga beristirahat cukup. Ketika ini dilaksanakan, maka banyak penyakit tidak menular yang dapat dicegah,” tutupnya.
Senin, 24 Oktober 2011
Penurun Kadar KolesterolAlami
MUNGKIN kini Anda sedang dipusingkan dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengatasinya, coba konsumsi bahan alami yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cepat, yaitu plant stanol eater (PSE).
Gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah. Semakin baik kebiasaan dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan secarakeseluruhan.
Diketahui, kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang palingsering ditemui akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.
Dan, harus dicatat, kolesterol tinggi tidak hanya dialami seseorang yang menderita kelebihan berat badan. Walaupun dengan berat badan normal, bisa saja mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.
Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel, membuat hormon dan vitamin D.Salah satu jenis lemak ini juga merupakan bagian asam empedu yang memecah lemak dalam sistem pencernaan.
Kebutuhan kolesterol tubuh telahdicukupi oleh hati. Namun, jika mengonsumsi makanan lemak jenuh berkadar tinggi, hati akanmemproduksi kolesterol lebih banyak lagi sehingga pasokannya menjadi berlebihan.
Saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol melalui bahan-bahan alami. Salah satunya yang kini tengah menjadi bahan perbincangan adalah plant stanol eater (PSE).
PSE merupakan golongan tumbuhan (phytosterol) yang terdapat dalam sejumlah tanaman, di antaranya kedelai, sayuran, jagung, dan gandum.
“Dari penelitian yang telah saya lakukan, terbukti secara klinis adanya penurunan kadar kolesterol total hingga 8 persen dan kolesterol jahat LDL hingga 11 persen setelah mengonsumsi rutin PSE selama satu sampai dua minggu,” ujar peneliti senior dari University of Kuopio, Finlandia, Prof Helena Gylling MD PhD kepada Harian Seputar Indonesia di Jakarta, Sabtu (15/10).
Gylling menyebutkan, struktur PSE yang menyerupai kolesterol akan membantu mengikat garam empedu pada saluran pencernaan sehingga menghambat penyerapan kolesterol dari makanan.
Mekanismenya, PSE akan menggantikan posisi kolesterol didalam micell , yaitu butir-butir lemak, sehingga kolesterol tersisa akan terbuang. Kolesterol dan PSE yang terikat di dalam micell akan diserap olehtubuh. PSE akan mengaktifkan protein khusus untuk membuangsebagian kolesterol yang terserap sehingga kolesterol yang terserap semakin sedikit.
“Biasanya tubuh akan menyerap 50 persen kolesterol dari asupan makanan dan mengeluarkan sisanya melalui feses. Namun, jika mengonsumsiPSE, kolesterol yang diserap berkurang menjadi hanya 20 persen dan sisanya dikeluarkan melalui feses,” katanya.
Karena dari tumbuhan, menurut dia, PSE sangat aman dan tidakmenimbulkan efek samping saatdikonsumsi, baik itu oleh pria, wanita, ibu hamil, anak-anak mulai usia lima tahun, maupun penderita diabetes.
“Cocok juga bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol normal, tetapi ingin melakukan pencegahan agar kolesterolnya tidak bertambah tinggi,” ujar Gylling.
Dia menegaskan, kalau PSE bukanlah suplemen, apalagi obat. Bila dikategorikan, PSE masuk dalam golongan bahan pangan fungsional, yaitu makanan atau minuman yang mengandung komponen bioaktif secara fisiologis, dan digunakanuntuk pencegahan atau penyembuhan sesuatu penyakit.
Bagi Anda yang sudah terlanjur mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti statin, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi PSE secara bersamaan. Gylling mengungkapkan, kombinasi antara PSE dan statinjustru akan memberikan dampak yanglebih maksimal.
“Kerja dari PSE menghambatpenyerapan kolesterol di usus, sedangkan obat-obatan antikolesterol, misalnya statin, akan menghambat sintesis kolesterol,” sebutnya.
Di negara-negara maju saat ini,Gylling mengatakan, selama 30 tahun PSE telah sangat dianjurkan sebagai bagian integral dari diet dan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Hebatnya lagi, menurut European Journal of Clinical Nutrition 2009, PSE dinyatakan sebagai satu dari 10penemuan terbaik di bidang nutrisi selama 30 tahun terakhir,dan telah dikonsumsi di lebih dari 30 negara.PSE mulai diteliti di Finlandia sejak 1995, lalu menyebar ke seluruh dunia.
Hingga kini, sudah ada 60 studiklinis yang dipublikasikan terkaitkeefektifan dan keamanan PSE. Agar efektif menurunkan kadar kolesterol,manusia memerlukan dua gram PSE setiap hari. Namun, PSE dalam buah-buahan dan sayuran sangat sedikit— kadar paling tinggi hanya 100 miligram. Sebagai perumpamaan, untuk memenuhi kebutuhan dua gram PSE, seorang manusia harus mengonsumsi 500 buah kiwi perhari. Tentu saja jumlah yang tidak mungkin dikonsumsi manusia setiap hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kalbe Nutritionals bekerja sama dengan Raisio Benecol dari Finlandia mengembangkan produk NutriveBenecol, yaitu minuman susu dengan sari buah (smothie) yang mengandung PSE untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol. Tersedia dalam dua varian rasa, yakni blackcurrant dan stroberi. Nutrive Benecol dapat dikonsumsi terutama oleh mereka yang ingin menurunkan maupun menjaga kadar kolesterol.
Gaya hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah. Semakin baik kebiasaan dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan secarakeseluruhan.
Diketahui, kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang palingsering ditemui akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.
Dan, harus dicatat, kolesterol tinggi tidak hanya dialami seseorang yang menderita kelebihan berat badan. Walaupun dengan berat badan normal, bisa saja mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.
Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel, membuat hormon dan vitamin D.Salah satu jenis lemak ini juga merupakan bagian asam empedu yang memecah lemak dalam sistem pencernaan.
Kebutuhan kolesterol tubuh telahdicukupi oleh hati. Namun, jika mengonsumsi makanan lemak jenuh berkadar tinggi, hati akanmemproduksi kolesterol lebih banyak lagi sehingga pasokannya menjadi berlebihan.
Saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol melalui bahan-bahan alami. Salah satunya yang kini tengah menjadi bahan perbincangan adalah plant stanol eater (PSE).
PSE merupakan golongan tumbuhan (phytosterol) yang terdapat dalam sejumlah tanaman, di antaranya kedelai, sayuran, jagung, dan gandum.
“Dari penelitian yang telah saya lakukan, terbukti secara klinis adanya penurunan kadar kolesterol total hingga 8 persen dan kolesterol jahat LDL hingga 11 persen setelah mengonsumsi rutin PSE selama satu sampai dua minggu,” ujar peneliti senior dari University of Kuopio, Finlandia, Prof Helena Gylling MD PhD kepada Harian Seputar Indonesia di Jakarta, Sabtu (15/10).
Gylling menyebutkan, struktur PSE yang menyerupai kolesterol akan membantu mengikat garam empedu pada saluran pencernaan sehingga menghambat penyerapan kolesterol dari makanan.
Mekanismenya, PSE akan menggantikan posisi kolesterol didalam micell , yaitu butir-butir lemak, sehingga kolesterol tersisa akan terbuang. Kolesterol dan PSE yang terikat di dalam micell akan diserap olehtubuh. PSE akan mengaktifkan protein khusus untuk membuangsebagian kolesterol yang terserap sehingga kolesterol yang terserap semakin sedikit.
“Biasanya tubuh akan menyerap 50 persen kolesterol dari asupan makanan dan mengeluarkan sisanya melalui feses. Namun, jika mengonsumsiPSE, kolesterol yang diserap berkurang menjadi hanya 20 persen dan sisanya dikeluarkan melalui feses,” katanya.
Karena dari tumbuhan, menurut dia, PSE sangat aman dan tidakmenimbulkan efek samping saatdikonsumsi, baik itu oleh pria, wanita, ibu hamil, anak-anak mulai usia lima tahun, maupun penderita diabetes.
“Cocok juga bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol normal, tetapi ingin melakukan pencegahan agar kolesterolnya tidak bertambah tinggi,” ujar Gylling.
Dia menegaskan, kalau PSE bukanlah suplemen, apalagi obat. Bila dikategorikan, PSE masuk dalam golongan bahan pangan fungsional, yaitu makanan atau minuman yang mengandung komponen bioaktif secara fisiologis, dan digunakanuntuk pencegahan atau penyembuhan sesuatu penyakit.
Bagi Anda yang sudah terlanjur mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti statin, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi PSE secara bersamaan. Gylling mengungkapkan, kombinasi antara PSE dan statinjustru akan memberikan dampak yanglebih maksimal.
“Kerja dari PSE menghambatpenyerapan kolesterol di usus, sedangkan obat-obatan antikolesterol, misalnya statin, akan menghambat sintesis kolesterol,” sebutnya.
Di negara-negara maju saat ini,Gylling mengatakan, selama 30 tahun PSE telah sangat dianjurkan sebagai bagian integral dari diet dan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Hebatnya lagi, menurut European Journal of Clinical Nutrition 2009, PSE dinyatakan sebagai satu dari 10penemuan terbaik di bidang nutrisi selama 30 tahun terakhir,dan telah dikonsumsi di lebih dari 30 negara.PSE mulai diteliti di Finlandia sejak 1995, lalu menyebar ke seluruh dunia.
Hingga kini, sudah ada 60 studiklinis yang dipublikasikan terkaitkeefektifan dan keamanan PSE. Agar efektif menurunkan kadar kolesterol,manusia memerlukan dua gram PSE setiap hari. Namun, PSE dalam buah-buahan dan sayuran sangat sedikit— kadar paling tinggi hanya 100 miligram. Sebagai perumpamaan, untuk memenuhi kebutuhan dua gram PSE, seorang manusia harus mengonsumsi 500 buah kiwi perhari. Tentu saja jumlah yang tidak mungkin dikonsumsi manusia setiap hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kalbe Nutritionals bekerja sama dengan Raisio Benecol dari Finlandia mengembangkan produk NutriveBenecol, yaitu minuman susu dengan sari buah (smothie) yang mengandung PSE untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol. Tersedia dalam dua varian rasa, yakni blackcurrant dan stroberi. Nutrive Benecol dapat dikonsumsi terutama oleh mereka yang ingin menurunkan maupun menjaga kadar kolesterol.
Waspada, Beban Tas Berlebih Picu Nyeri Otot
HATI-HATILAH ketika membawa beban tas dalam aktivitas sehari-hari. Pasalnya, beban berlebih bisa memicu nyeri otot di punggung.
Aktivitas tinggi membuat isi tas pun jadi berlebih. Apalagi, setumpuk agenda menghadang untuk segera diselesaikan dalamwaktu bersamaan. Alhasil, mengisi tas dengan berbagai keperluan pun menjadi keputusan yang banyak ditempuh orang.
Padahal, membawa beban terlalu banyak sangatlah tidak disarankan. Selain memicu kelelahan bagi sang pemakai, ancaman nyeri otot pun mengancam. Untuk itu, bijak membawa barang bawaan menjadi solusi yang harus dijalani.
"Beban berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Karenanya beban pun perlu disesuaikan," kata dokter olahraga Dr Michael Triangto, Sp.KO dalam acara Panadol Keep in Motion Day di Cilandak Tows Square, Jakarta, Minggu (22/10/2011).
Patokan seseorang menakar bawaannya ialah, pikul terlebih dahulu beban tersebut selama lima menit.
"Jika beban tersebut diangkat dalam lima menit Anda sudah merasa nyeri, dan sakit maka segera kurangi beban tersebut,"imbuhnya.
Aktivitas tinggi membuat isi tas pun jadi berlebih. Apalagi, setumpuk agenda menghadang untuk segera diselesaikan dalamwaktu bersamaan. Alhasil, mengisi tas dengan berbagai keperluan pun menjadi keputusan yang banyak ditempuh orang.
Padahal, membawa beban terlalu banyak sangatlah tidak disarankan. Selain memicu kelelahan bagi sang pemakai, ancaman nyeri otot pun mengancam. Untuk itu, bijak membawa barang bawaan menjadi solusi yang harus dijalani.
"Beban berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Karenanya beban pun perlu disesuaikan," kata dokter olahraga Dr Michael Triangto, Sp.KO dalam acara Panadol Keep in Motion Day di Cilandak Tows Square, Jakarta, Minggu (22/10/2011).
Patokan seseorang menakar bawaannya ialah, pikul terlebih dahulu beban tersebut selama lima menit.
"Jika beban tersebut diangkat dalam lima menit Anda sudah merasa nyeri, dan sakit maka segera kurangi beban tersebut,"imbuhnya.
Ini Tip Bebas Nyeri Otot &Pegal
NYERI otot bisa menyerang siapasaja, tak terkecuali Anda yang berdiam diri di belakang meja. Untuk mengatasinya, Anda dapat simak artikel berikut.
Keluhan nyeri otot dan pegal telah menjadi milik semua orang baik, baik kaum muda, orang dewasa hingga lansia. Pasalnya,kegiatan harian yang dilakukan bisa memicu berbagai kemungkinan nyeri otot. Itu disebabkan gerakan yang salah, atau posisi yang tidak semestinya dilakukan.
Panadol melalui event Keep in Motion Day pun mengajak masyarakat untuk peduli terhadap serangan tersebut.
.
"Lewat Panadol Keep in Motion Day kami ingin mengingatkan bahwa semua masalah nyeri otot dan pegal-pegal bisa terjadi saat kita melakukan berbagai kegiatan fisik sehari-hari," kata Putri Diah Paramita, Head of Marketing GlaxoSmithKline dalam acara Panadol Keep in Motion Day di Cilandak Tows Square, Jakarta,Minggu (22/10/2011).
Untuk mengatasinya, Dr MichaelTriangto, Sp.KO selaku spesialiskedokteran olahraga mengimbau untuk senantiasa bergerak.
"Pegal dan nyeri otot biasanya muncul karena relaksasi otot kurang dan pergerakan tubuh yang terbatas," paparnya di kesempatan yang sama.
Karenanya, Dr Michael pun menyarankan untuk melakukan latihan kelenturan otot misalnya merenggangkan otot leher dan bahu, otot lengan dan batang tubuh, otot punggung, otot dada, otot paha belakang dan dalam, otot betis dan otot tangan.
"Lakukanlah secara teratur dan kapanpun Anda sempat. Jika terlanjur mengalami pegal dan nyeri otot, tindakan awal untuk mengatasinya adalah mengompresnya secara tradisional atau menempelkan patch yang mengandung glycol salicylate," imbuhnya.
Selebihnya, beberapa tip berikutdapat Andda lakukan :
-Jangan duduk terlalu lama. Biasakanlah melakukan peregangan otot leher, bahu, pinggang dan punggung.
- Biasakan berjalan dengan tubuh tegak.
- Biasakan bergerak, dan lakukan olahraga yang memerkuat otot seperti naik tangga, jalan kaki dan berenang.
-Mandi atau berendam air hangat untuk melemaskan otot yang kaku.
Keluhan nyeri otot dan pegal telah menjadi milik semua orang baik, baik kaum muda, orang dewasa hingga lansia. Pasalnya,kegiatan harian yang dilakukan bisa memicu berbagai kemungkinan nyeri otot. Itu disebabkan gerakan yang salah, atau posisi yang tidak semestinya dilakukan.
Panadol melalui event Keep in Motion Day pun mengajak masyarakat untuk peduli terhadap serangan tersebut.
.
"Lewat Panadol Keep in Motion Day kami ingin mengingatkan bahwa semua masalah nyeri otot dan pegal-pegal bisa terjadi saat kita melakukan berbagai kegiatan fisik sehari-hari," kata Putri Diah Paramita, Head of Marketing GlaxoSmithKline dalam acara Panadol Keep in Motion Day di Cilandak Tows Square, Jakarta,Minggu (22/10/2011).
Untuk mengatasinya, Dr MichaelTriangto, Sp.KO selaku spesialiskedokteran olahraga mengimbau untuk senantiasa bergerak.
"Pegal dan nyeri otot biasanya muncul karena relaksasi otot kurang dan pergerakan tubuh yang terbatas," paparnya di kesempatan yang sama.
Karenanya, Dr Michael pun menyarankan untuk melakukan latihan kelenturan otot misalnya merenggangkan otot leher dan bahu, otot lengan dan batang tubuh, otot punggung, otot dada, otot paha belakang dan dalam, otot betis dan otot tangan.
"Lakukanlah secara teratur dan kapanpun Anda sempat. Jika terlanjur mengalami pegal dan nyeri otot, tindakan awal untuk mengatasinya adalah mengompresnya secara tradisional atau menempelkan patch yang mengandung glycol salicylate," imbuhnya.
Selebihnya, beberapa tip berikutdapat Andda lakukan :
-Jangan duduk terlalu lama. Biasakanlah melakukan peregangan otot leher, bahu, pinggang dan punggung.
- Biasakan berjalan dengan tubuh tegak.
- Biasakan bergerak, dan lakukan olahraga yang memerkuat otot seperti naik tangga, jalan kaki dan berenang.
-Mandi atau berendam air hangat untuk melemaskan otot yang kaku.
Senin, 17 Oktober 2011
3 Hal Dasar yang Ibu Baru Perlu Tahu
BAYI Anda baru lahir? Sebagai ibu baru, tentu Anda ingin sekali mengetahui apa yang dialami si kecil. Mengapa ia menangis saat lahir, mengapa berat badannya turun di minggu awal?
Agar tak bingung, yuk ikuti penjelasannya secara ilmiah dari dr Eka Nurfitri, SpA berikut.
Menangis: tanda paru berfungsi
Sesaat setelah lahir bayi memang harus menangis untuk mengambil oksigen/bernapas. Saat dia dalam kandungan, fungsi pertukaran oksigen dan karbondioksida diwakili plasenta, sementara paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Darah “bersih” (kaya oksigen) dan darah “kotor” (tidak kaya oksigen) juga masih bersatu melalui celah bernama duktus arteriosus dan foramen ovale di jantung, sehingga nutrisi dan pertukaran gas bisa berlangsung karena paru tidak berfungsi akibat tekanan paru yang tinggi.
Nah, saat lahir, tangis bayi akanmemasukkan udara ke dalam paru dan “mengusir” cairan di dalamnya dan mengganti dengan udara sehingga tekanan paru lebih rendah dari tekanan tubuh. Dengan begitu, dimulailah fungsiparu sebagai alat ventilasi perfusi, dan duktus arteriosus dan foramen ovale akan menutup karenanya.
BAB: tanda saluran cerna bekerja
Saat dalam kandungan, semua kebutuhan bayi termasuk pertukaran nutrisi dan oksigen disuplai ibu melalui plasenta. Saluran pencernaan tidak berfungsi sebagai alat pencerna.
Nah, begitu bayi lahir, saluran pencernaan mengalami dilatasi dan memulai gerak usus berirama karena oksigen mulai masuk dan tekanan sistemik meningkat. Akibatnya, isi saluranpencernaan yaitu mekonium –tinja berwarna hitam kehijauan- akan keluar dalam waktu 1 x 24jam.
Patut dicatat jam keluarnya mekonium. Karena keterlambatan dapat mengindikasikan adanya sumbatan jalan keluar (atresia saluran cerna) atau gangguan fungsi persarafan sehingga gerakan peristaltik tidak berirama ( hirschprung ).
Berat turun di minggu awal
Perlu diketahui, fetus atau janin mengandung komposisi air hingga 80 persen. Dan, saat bayi lahir, akan terjadi penurunan jumlah air secara bertahap akibat penguapan ataupun kehilangan cairan melalui buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Bahkan kadang, bayi mengalamidemam karena sedikit dehidrasi.
Di samping itu, untuk penyesuaian terhadap suhu lingkungan, bayi akan membakar persediaan lemaknyasehingga otomatis mengurangi depositnya.
Tapi jangan khawatir, persediaan “energi” bayi ( well doing ) bisa bertahan berkisar 48 jam walau tidak ada asupan. Kehilangan cairan akan tergantikan secara bertahap hingga menuju komposisi tubuh orang dewasa (komposisi air berkisar 56–60 persen).
Sangatlah normal jika pada minggu pertama bayi akan kehilangan berat badan sebesar 10–12persen. Tapi, tak berlangsung lama kok! Pada minggu-mingguberikutnya, berat badan bayi akan bertambah berkisar 250 gram/minggu.
Agar tak bingung, yuk ikuti penjelasannya secara ilmiah dari dr Eka Nurfitri, SpA berikut.
Menangis: tanda paru berfungsi
Sesaat setelah lahir bayi memang harus menangis untuk mengambil oksigen/bernapas. Saat dia dalam kandungan, fungsi pertukaran oksigen dan karbondioksida diwakili plasenta, sementara paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Darah “bersih” (kaya oksigen) dan darah “kotor” (tidak kaya oksigen) juga masih bersatu melalui celah bernama duktus arteriosus dan foramen ovale di jantung, sehingga nutrisi dan pertukaran gas bisa berlangsung karena paru tidak berfungsi akibat tekanan paru yang tinggi.
Nah, saat lahir, tangis bayi akanmemasukkan udara ke dalam paru dan “mengusir” cairan di dalamnya dan mengganti dengan udara sehingga tekanan paru lebih rendah dari tekanan tubuh. Dengan begitu, dimulailah fungsiparu sebagai alat ventilasi perfusi, dan duktus arteriosus dan foramen ovale akan menutup karenanya.
BAB: tanda saluran cerna bekerja
Saat dalam kandungan, semua kebutuhan bayi termasuk pertukaran nutrisi dan oksigen disuplai ibu melalui plasenta. Saluran pencernaan tidak berfungsi sebagai alat pencerna.
Nah, begitu bayi lahir, saluran pencernaan mengalami dilatasi dan memulai gerak usus berirama karena oksigen mulai masuk dan tekanan sistemik meningkat. Akibatnya, isi saluranpencernaan yaitu mekonium –tinja berwarna hitam kehijauan- akan keluar dalam waktu 1 x 24jam.
Patut dicatat jam keluarnya mekonium. Karena keterlambatan dapat mengindikasikan adanya sumbatan jalan keluar (atresia saluran cerna) atau gangguan fungsi persarafan sehingga gerakan peristaltik tidak berirama ( hirschprung ).
Berat turun di minggu awal
Perlu diketahui, fetus atau janin mengandung komposisi air hingga 80 persen. Dan, saat bayi lahir, akan terjadi penurunan jumlah air secara bertahap akibat penguapan ataupun kehilangan cairan melalui buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Bahkan kadang, bayi mengalamidemam karena sedikit dehidrasi.
Di samping itu, untuk penyesuaian terhadap suhu lingkungan, bayi akan membakar persediaan lemaknyasehingga otomatis mengurangi depositnya.
Tapi jangan khawatir, persediaan “energi” bayi ( well doing ) bisa bertahan berkisar 48 jam walau tidak ada asupan. Kehilangan cairan akan tergantikan secara bertahap hingga menuju komposisi tubuh orang dewasa (komposisi air berkisar 56–60 persen).
Sangatlah normal jika pada minggu pertama bayi akan kehilangan berat badan sebesar 10–12persen. Tapi, tak berlangsung lama kok! Pada minggu-mingguberikutnya, berat badan bayi akan bertambah berkisar 250 gram/minggu.
Langganan:
Postingan (Atom)